RSS Feed for This PostCurrent Article

Garuda (Pancasila) di Dadaku

Pancasila merupakan nafas dari konstitusi Negara kita. Nafas tersebut harus tetap dijaga dan dipertahan oleh setiap generasi penerus tumpah darah muda Indonesia. Sejatinya nafas lima dasar luhur tersebut menjadi pemersatu keberaneka-ragaman suku, ras, budaya, dan bahasa di Negara Indonesia tercinta ini dalam satu simbol Bhinneka Tunggal Ika yang digenggam erat oleh cengkeraman burung garuda. Tanpa pancasila dapat dipastikan Negara ini akan tercerai berai dan tetap menjadi daerah-daerah terpisah yang rapuh terhadap penjajahan dan adu domba apapun itu bentuknya.

Garuda-garuda tua telah menggenggam erat simbol Bhinneka Tunggal Ika tersebut beberapa dekade. Sudah saatnyalah garuda tua untuk memberikan peta estafet amanah agung pancasila tersebut kepada garuda-garuda muda. Garuda muda tersebut adalah para remaja dan pemuda anak-anak bangsa yang jika kita lihat sekarang ini mereka hidup dalam komunitas teknologi informasi. Anak-anak bangsa kita dapat mengetahui keadaan dunia dan berkomunikasi dengan kawan baru di seluruh dunia dengan hanya satu kali tekan tombol enter di desktop PC, laptop, Ipad, Handphone dan lain sebagainya.

Media tersebut di atas merupakan sarana yang sangat baik untuk memperkenalkan budaya bangsa kita yang beraneka ragam kepada masyarakat internasional melalui agen garuda-garuda muda kita. Oleh karena itu, kesaktian pancasila sebagai penggenggam keanekaragaman Negara kita harus menjadi acuan utama bagi generasi muda kita. Mulai dari nilai agung “ketuhanan yang maha Esa”, “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, “Persatuan Indonesia”, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, dan “Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia” harus dipahami oleh mereka.

Sarana untuk memahamkan pancasila dan menanamkannya dalam sanubari anak-anak garuda tersebut bias dilakukan dengan berbagai macam cara. Mulai dari kebiasaan mereka bergaul dengan kawan yang tidak membeda-bedakan suku, tingkat “kasta” social hingga sifat toleran terhadap sesama.

Kita jadikan pancasila sebagai nafas genarasi penerus kita melalui media infomasi yang ada, jangan sampai kita phobia dengan perkembangan teknologi dan virus westernisasi saat ini sehingga kita mengisolir anak-anak dari media tersebut. Namun sebaliknya seharusnya kita mampu memberikan fasilitas yang paling baik agar anak-anak garuda tersebut mampu menginformasikan dan mengkomunikasikan budaya kita yang beragam agar tidak tercuri lagi hasil budaya dan jati diri bangsa kita. Kalau pancasila sudah menjadi nafas garuda-garuda muda kita dan melekat di dada mereka, apalagi yang kita takutkan?

---Pancasila untuk masa depan bangsa Indonesia---

Trackback URL

  1. 2 Trackback(s)

  2. Dec 30, 2011: Buy Facebook Fans
  3. Mar 15, 2012: stop spam plugin

You must be logged in to post a comment.